
meleleh hatiku ketika
mendapati senyummu dalam gurat malam
ketika separuh bumi terlelap,
kita terjaga berbagi cerita
bercumbu jemari kita dalam kata
menerbit senyum mengiringinya
hati bagai berlomba berkedut penuh pinta
bagikan aku rindumu
kubagi engkau rinduku
ketika maia dan nyata itu ada
ketika rindumu datang mengiringi pagi
ketika tak ada lagi batas
ketika kau tanyakan kembali
bila kita sua ?
aku bergeming,
bisakah kita bersama dibatas malam saja ?
tidakkah itu cukup untuk kita ?
karena maia dan nyata sejatinya ada
dan itu adalah kita...
.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan tinggalkan komentar Anda disini....Komentar baru akan muncul setelah saya memoderasi... Thx..